Ali Alatas Tutup Usia

Bapak Ali AlatasJakarta – Lagi, Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Tuhan, pada Kamis (11/12), memanggil pulang Ali Alatas. ‘Singa tua’ diplomasi itu kini tinggal dalam kenangan. Itu karena beragam sudut pandang sehingga keputusannya komprehensif.

Tahun 2008 seakan menjadi tahun berpulangnya banyak figur terbaik di Tanah Air. Ali Alatas salah satunya. Dia menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, pukul 07.30 waktu setempat.

Pria kelahiran 4 November 1932 tersebut identik dengan dunia diplomasi. Dia lama berkarier di Departemen Luar Negeri. Selama empat periode di kabinet era Presiden Soeharto (1987-1999) dia menjadi Menteri Luar Negeri. Sebagai diplomat andal, Alex, demikian ia sering disapa, juga pernah dinominasikan sebagai Sekjen PBB oleh sejumlah negara Asia pada 1996.

Bahkan saat era reformasi pun, pada 2001-2004, ia dipercaya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri sebagai penasihat presiden bidang luar negeri. Sebelumnya, di era Presiden KH Abdurrahman Wahid, Ali Alatas juga menjadi penasehat Menteri Luar Negeri Alwi Shihab. Dengan segudang pengalaman di bidang diplomat, Ali banyak disebut-sebut sebagai ‘Singa Tua’ diplomatik Indonesia.

Orang-orang yang pernah bersingunggungan dengan almarhum memiliki kesan yang kuat atas sikap dan kepribadian alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) tersebut. KH Maruf Amin, anggota Wantimpres menyebutkan bahwa almarhum adalah pekerja keras dan kuat.

“Beliau, jika melihat suatu persoalan, melihatnya dari berbagai aspek dan sudut pandang, sehingga keputusannya cukup komprehensif,” terangnya ketika dihubungi INILAH.COM, Kamis (11/12) di Mekkah, Arab Saudi.

Kondisi ini sebenarnya tidak terlepas dari jejak rekam Ali yang menapaki karier di dunia diplomat sejak usia 22 tahun. Tugas perdananya di bidang diplomat, ia awali sebagai Sekretaris Kedua di Kedutaan Besar RI Bangkok (1956-1960), sesaat setelah ia menikah. Sebelumnya, Ali juga terlibat di dunia jurnalistik sebagai korektor Harian Niewsgierf (1952-1952) dan redaktur Kantor Berita Aneta (1953-1954).

Selepas bertugas di Kedubes RI Bangkok, ia kemudian menjabat Direktur Penerangan dan Hubungan Kebudayaan Departemen Luar Negeri (1965-1966). Lalu ditugaskan menjabat Konselor Kedutaan Besar RI di Washington (1966-1970).

Kembali lagi ke Tanah Air, Ali menjabat Direktur Penerangan Kebudayaan (1970-1972), Sekretaris Direktorat Jenderal Politik Departemen Luar Negeri (1972-1975) dan Staf Ali dan Kepala Sekretaris Pribadi Menteri Luar Negeri (1975-1976).

Menurut Maruf Amin, sosok Ali adalah tipe orang yang mau mendengar pendapat orang lain. Kesan arogan dan menang sendiri dengan kapasitas yang ia miliki, sama sekali tidak dijumpai. “Beliau banyak mendegarkan pendapat kawan-kawan,” tegasnya. Mudah menerima pendapat orang lain, juga menjadi kesan kuat pada diri Ali Alatas.

Selama menjabat sebagai Menlu RI, Maruf juga menilai komitmen Ali terhadap pembelaan negara-negara Islam dalam percaturan politik internasional. “Melalui Organisasi Konferensi Islam (OKI), beliau memiliki komitmen yang bagus terhadap pembelaan terhadap negara-negara Islam,” cetus Ketua Komisi Fatwa MUI tersebut.

Kehalian diplomasi Ali juga sempat diuji saat menjadi Wakil Tetap Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ali menerima berbagai kritikan mengenai masalah Timor Timur. Apalagi, saat pecah insiden Santa Cruz yang menewaskan puluhan orang pada 12 November 1991, ia cekatan untuk meredam kemarahan dunia.

“Diplomasi itu seperti bermain kartu. Jangan tunjukkan semua kartu kepada orang lain. Dan jatuhkan kartu itu satu per satu,” katanya dalam sebuah kesempatan.

Saat menjadi Ketua Wantimpres, Ali memiliki waktu yang luang. Dengan latar belakang bidang hukum tersebut, ia akhirnya mewujudkan impiannya sebagai pengacara. Hal ini terbukti dengan tercatatnya Ali sebagai salah satu penasihat hukum di Biro Pengacara Makarim & Taira’s.

Selamat jalan Alex, Indonesia mengenangmu. 😦

sumber : ForumBebas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s